Truk Molen Terperosok ke Kebun Warga di Jembrana, Diduga Tak Kuat Menanjak
JEMBRANA, SESETANPOST.COM – Sebuah truk molen bermuatan semen cair mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Banjar Yehbuah, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Kendaraan berat tersebut dilaporkan terperosok ke dalam kebun warga setelah tidak kuat menanjak dan mundur tak terkendali.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/6) sekitar pukul 13.30 WITA di ruas jalan pedesaan yang berada di sebelah utara perbatasan Banjar Munduk Anggrek Kaja dan Banjar Yehbuah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk molen bernomor polisi DK 8168 ZA itu dikemudikan oleh Zaky Nasrul Nizan (18), warga Desa Saringan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Saat melintas di jalur menanjak, kendaraan diduga kehilangan tenaga sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan ke atas. Karena membawa muatan semen cair dengan beban cukup berat, truk kemudian bergerak mundur.
Pengemudi sempat berupaya mengendalikan laju kendaraan. Namun, truk terus bergerak ke belakang hingga akhirnya keluar dari badan jalan dan terperosok ke dalam kebun milik warga yang berada di sisi kiri jalan.
Akibat kejadian tersebut, truk molen terjatuh ke dasar kebun dengan kedalaman sekitar enam meter dari permukaan jalan. Posisi kendaraan berada dalam kondisi miring di area kebun yang dipenuhi vegetasi dan pepohonan.
Insiden itu sempat menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi kendaraan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, membenarkan adanya kecelakaan tunggal yang melibatkan truk molen tersebut. Menurutnya, kendaraan tidak mampu menaklukkan tanjakan sehingga bergerak mundur dan keluar dari badan jalan.
“Truk awalnya bergerak dari arah selatan ke utara. Saat berada di tanjakan, kendaraan tidak kuat menanjak sehingga mundur. Pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraan dan akhirnya truk terperosok ke kebun warga di sebelah kiri jalan,” ujarnya.
Pihak kepolisian telah melakukan pendataan dan penanganan di lokasi kejadian. Sementara itu, proses evakuasi kendaraan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang cukup curam dan sulit dijangkau. Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pengemudi kendaraan berat agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur menanjak, terutama saat membawa muatan berat di wilayah perbukitan maupun pedesaan.
Posting Komentar