Tragedi Kebakaran Sidakarya Denpasar. Seorang Nenek Ditemukan Tewas di Dapur Rumahnya
DENPASAR - Tragedi memilukan terjadi di kawasan Denpasar Selatan. Seorang nenek berusia 77 tahun bernama Ni Wayan Pasti ditemukan tewas usai rumahnya dilalap si jago merah. Peristiwa naas ini terjadi di Jalan Kerta Dalem III, Gang Cemara Nomor 11 B, Desa Sidakarya, pada Selasa (pukul 12.32 Wita).
Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, mengungkapkan bahwa kebakaran ini pertama kali disadari oleh tetangga korban bernama Ramada Yanti (56). Saat itu, Ramada baru saja tiba di depan pagar rumahnya usai pulang dari pasar. Ia langsung dikagetkan dengan pemandangan kobaran api yang sudah membesar dari halaman rumah korban. Sontak, perempuan tersebut berteriak meminta pertolongan, yang kemudian memicu kedatangan warga sekitar.
Mendengar suara teriakan, warga lainnya, Kadek Ariantara (55), langsung bergegas keluar rumah. Ia melihat kepulan asap tebal dari arah barat tempat tinggalnya yang berjarak sekitar 50 meter. Ariantara bersama warga lainnya sempat berjuang memadamkan api menggunakan air yang disiramkan dari ember. Namun, api dengan cepat merambat dan membakar seluruh bagian rumah sehingga upaya manual tersebut sia-sia.
Di tengah kepulan asap tebal, warga mendapat informasi bahwa penghuni rumah masih berada di dalam lokasi kejadian. Sayangnya, mengingat intensitas api yang sudah sangat besar dan membahayakan, tidak ada seorang pun yang bisa menembus barisan api untuk menyelamatkan korban.
Petugas pemadam kebakaran akhirnya tiba di lokasi dengan mengerahkan sebanyak tujuh unit mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar. Butuh waktu sekitar dua jam bagi petugas untuk menjinakkan api hingga benar-benar padam.
Setelah situasi dinyatakan aman, dilakukan pencarian di puing-puing rumah. Ni Wayan Pasti ditemukan sudah tak bernyawa di area dapur. Mayah korban ditemukan dalam posisi badan miring ke kanan dengan kepala menghadap ke arah selatan. kondisi sebagian tubuhnya mengalami luka bakar yang cukup parah. Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans milik BPBD Kota Denpasar untuk dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Selain merenggut nyawa, kebakaran ini mengakibatkan kerugian material yang cukup besar. Bangunan rumah berukuran 6x5 meter beserta seluruh isinya ludes dilalap api, termasuk satu unit sepeda motor Honda Supra dan sejumlah surat berharga.
"Untuk total kerugian belum bisa ditaksir, karena pihak keluarga korban masih syok," ujar AKP Agus Adi Apriyoga.
Adapun dari hasil penelusuran sementara di lapangan, pihak kepolisian menduga kuat bahwa insiden berdarah ini dipicu oleh api yang berasal dari pembakaran dupa. Polisi masih terus menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti musibah ini.
Posting Komentar