Kementerian LH Apresiasi Kolaborasi Koster Atasi TPA Suwung, Bali Resmi Jadi Contoh Atasi Sampah Indonesia

Table of Contents



DENPASAR - Upaya serius Pemerintah Provinsi Bali dalam menyelesaikan permasalahan klasik TPA Suwung mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Kolaborasi cepat yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Walikota Denpasar dan Bupati Badung dinilai berhasil menunjukkan progres positif yang berpotensi dijadikan contoh (proof of concept) bagi daerah lain di Indonesia.

Pencapaian ini terungkap saat Gubernur Koster menerima kunjungan kerja Inspektur Utama KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Winarto, di Kantor Gubernur Bali pada Selasa (7/4) siang.

Penurunan Truk Sampah di TPA Suwung Capai 50 Persen

Koster mengungkapkan, kebijakan larangan membuang sampah organik ke TPA Suwung yang mulai diberlakukan telah menunjukkan hasil nyata. Jumlah truk pengangkut sampah yang sebelumnya mencapai lebih dari 500 unit per hari, kini turun drastis lebih dari 50 persen.

"Mulai 1 April hanya residu yang boleh dibawa ke TPA Suwung. Truk yang ke TPA Suwung juga sudah berkurang, lebih dari 50 persen kalau dirata-ratakan. Jadi sudah ada kemajuan yang luar biasa," jelas Koster.

Ia juga tidak menampik jika awal penerapan kebijakan ini sempat menimbulkan kegaduhan. Para pengangkut sampah swasta atau swakelola awalnya masih terbiasa membawa sampah organik sehingga terpaksa diminta putar balik oleh petugas di lokasi.

"Diawal memang terjadi penolakan khususnya dari swakelola sampah yang dari swasta. Tapi sekarang sudah mulai mereda dan tertib," ungkapnya.

Target Penutupan Total TPA Suwung Juli 2026

Kebijakan ini merupakan bagian dari roadmap penutupan TPA Suwung. Koster menargetkan pengiriman sampah residu hanya akan diperbolehkan hingga 31 Juli 2026. Setelah tanggal tersebut, TPA Suwung akan ditutup total untuk segala jenis sampah.

Untuk mewujudkan target tersebut, Koster menekankan pentingnya peran Walikota Denpasar dan Bupati Badung yang terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar memilah sampah dari sumber. Masyarakat juga terus didorong untuk memanfaatkan teba modern dan bag komposter di lingkungan masing-masing.

Sebagai destinasi wisata dunia, penutupan TPA Suwung ini menjadi momentum penting bagi Bali untuk menjaga ekosistem alamnya tetap bersih dan lestari.

KLH: Krisis Sampah Bisa Diatasi dengan Kemauan Politik

Sementara itu, Inspektur Utama KLH/BPLH Winarto menyatakan bahwa pihaknya datang langsung untuk memvalidasi data di lapangan atas arahan Menteri LH sekaligus Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq.

Ia menilai kolaborasi lintas daerah antara provinsi, kabupaten, dan kota dalam menangani TPA Suwung berjalan sangat cepat dan baik. Keberhasilan ini membuktikan bahwa krisis sampah bisa diselesaikan apabila ada kemauan politik yang kuat dan sistem yang benar.

"Bali ini sebagai contoh, kedepan diharapkan masalah bisa diselesaikan dengan baik. Jika di Bali sukses, maka TPA lain juga akan menyusul. Pak Menteri juga mengapresiasi atas kerja keras Bupati Badung, Walikota Denpasar, serta Gubernur Bali," tegas Winarto.

Ke depan, Winarto menambahkan bahwa edukasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga harus terus diintensifkan. Tak hanya itu, penegakan hukum terhadap warga yang enggan memilah sampah atau membuang sampah sembarangan juga menjadi syarat mutlak agar kebijakan ini berjalan konsisten.


Posting Komentar